Kali ini saya ingin membahas pengalaman menjadi kontributor shutterstock. Baru-baru ini, tepatnya di bulan agustus 2018 lalu saya mencoba daftar menjadi kontributor shutterstock. Saya sangat tertarik mencari uang online, dan saya juga mencoba berbagai cara agar bisa mendapatkan uang online, termasuk mencoba daftar menjadi kontributor shutterstock dan berniat menjual hasil karya foto.
Saya disini bukan fotografer handal, saya hanya orang biasa yang hanya sekedar membuat foto dan memiliki niat menjual karya foto tersebut agar mendapatkan uang. Jadi karya-karya saya tidaklah bagus, tapi saya masih nekat ikut bergabung menjadi kontributor shutterstock agar bisa mendapatkan tambahan uang jajan.
Sebelum saya mengenal shutterstock, saya melihat teman facebook saya yang menyebarkan karya-karya desainnya dengan tambahan kata penyemangat untuk mendapatkan penghasilan. Saat itu saya penasaran tentang apa yang dia lakukan, kemudia teman saya tersebut berbagi pengalamannya tentang menjadi kontributor shutterstock dan menjual karya-karya desainnya.
Saya kira hanya khusus menjual desain jadi saya tidak terlalu tertarik mengikuti jejaknya, tapi ternyata shutterstock juga menerima karya foto, jadi saya merasa memiliki kesempatan mendapatkan uang di shutterstock.
Setelah mendengar kabar tersebut, saya kemudian mencari berbagai artikel tentang pengalaman menjadi kontributor shutterstock, syarat-syarat menjadi kontributor shutterstock, harga jual foto di kontributor shutterstock dan informasi lainnya.
Dan setelah saya merasa sudah yakin, lantas saya mencoba daftar menjadi kontributor shutterstock dan diterima sangat mudah langsung saat itu juga. Bahkan pendaftaran menjadi kontributor shutterstock saat ini lebih mudah dari yang dulu, karena tanpa menggunakan paspor.
Jadi menurut saya ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan. Dan setelah saya terdaftar, kemudian saya mengirim 1 buah foto ke shutterstock. Saat itu saya tidak tau batas jumlah foto yang dikirim jadi saya hanya mengirimnnya 1 saja ( sebenarnya boleh kirim sebanyak-banyaknya).
Setelah itu saya menunggu selama 3 hari dan akhirnya.... "foto saya ditolak". Penolakannya karena ada orang di dalam foto tersebut dan untuk pengiriman foto dengan model / ada orangnya, harus melalu langkah yang rumit, yaitu harus menyertakan tanda tangan orang tersebut atau bisa mengubah Commercial menjadi Editorial, kemudian di bagian Description kalian harus mengikuti format "Kota, Negara Bagian / Negara - Bulan Hari Tahun: Uraian". Dan jika kalian bingung bisa lihat beberapa contoh hasil foto orang lain yang ada orang banyaknnya dan liat bagaimana mereka membuat Description.
Nah, setelah saya ditolak, saya tidak langsung berhenti. Saya kemudian kembali mengirimpan foto lebih bayak dari yang pertama. Dan akhirnya foto-foto saya tersebut ada yang diterima dan ada juga yang tolak.
Dan untuk hari-hari berikutnya saya berniat berkeliling objek wisata / tempat bagus untuk mencari foto yang indah. Tapi saat saya mengirimkan foto tersebut 90% karya saya ditolak karena alasan foto terlalu cerah / gelap dan tidak fokus ( sebenarnya boleh di edit di PS ).
Berkali-kali saya mencoba dan masih banyak penolakan juga. Kemudian saya berpikir tentang kamera yang saya gunakan kurang bagus, karena saya menggunakan kamera poket Sony 16.1 Mega Pixel. Dan saya merasa ada kesulitan dalam membidik atau menentukan titik fokus dengan menggunakan kamera poket.
Kemudian saya mencoba menggunakan HP 12 Mega pixel ( HP hasil minjem di kakak ) dengan hasil foto yang lebih bagus dan mudah membidik titik fokus, karena tinggal sentuh layar HP nya.
Dan setelah saya mengirimkan foto dengan kamera HP ( yang terbaru yang kameranya sudah bagus, bukan HP jadul ya ) ternyata 100% foto saya diterima oleh shutterstock. Jadi saya menjadi semakin semangat dalam mengirimkan foto dan berharap mendapatkan banyak uang dari shutterstock.
Nah itulah cerita singkat tentang pengalaman daftar jadi kontributor shutterstock. Saat itu saya memang mengalami banyak penolakan sampai-sampai foto saya ditolak lebih dari 100 foto tapi saya tetap mencoba dan mencoba lagi dengan menggunakan berbagai cara dan belajar dari kesalahan.
Dan yang harus kalian tau juga, shutterstock tidak hanya khusus menerima foto, mereka juga menerima karya vektor, seperti icon, logo, background dan lain-lainnya. Jadi buat kamu yang belum coba menjadi kontributor shutterstock silahkan dicoba, siapa tau rejekinya disana.
Nah, untuk penghasilan saya selama menjadi contributor shutterstock masih 0. Earnings summary masih $0.00, alias belum pecah telor hehehe... ( kata-kata mereka yang bermain di shutterstock ). Dan nanti mungkin saya juga akan membuat pengalaman / artikel kisah pengalaman daftar jadi shutterstock saat karyanya sudah laku dan sudah PO.
Baca juga : Cara Sukses di Shutterstock, Tips Agar Foto di Shutterstock Laku Terjual
Baca juga : Cara Sukses di Shutterstock, Tips Agar Foto di Shutterstock Laku Terjual
Bagi kalian yang penasaran dengan kisah pengalaman saya jadi contributor shutterstock silahkan tetap kunjungi situs ini untuk update pengalaman terbarunya dan kalian juga bisa bertanya / berbagi pengalaman di kotak komentar bawah, dan saya akan berusaha membalas pertanyaan kalian jika saya memang mengetahui jawabannya.
Dan bagi kalian yang belum daftar menjadi Kontributor Shutterstock, kalian bisa langsung menuju situsnya / bisa langsung daftar menjadi kontributor shutterstock tanpa paspor di sini ( Cara Daftar di Shutterstock Tanpa Paspor Terbaru dan Cara Upload Foto, Vektor dan Video di Shutterstock ).
Nah itu saja yang ingin saya sampaikan disini. Semoga pengalaman saya ini cukup bermanfaat dan menjadi motifasi buat kalian. Dan saya ingatkan untuk jangan pernah menyerah, dan tetaplah bangkit dan mencoba walaupun berkali-kali gagal.
Baca juga : Pengalaman Menjadi Kontributor Freepik, Foto Ditolak, Akun Langsung di Banned
Baca juga : Pengalaman Menjadi Kontributor Freepik, Foto Ditolak, Akun Langsung di Banned
Tag : Pengalaman Daftar Jadi Kontributor Shutterstock | Pengalaman Daftar Jadi Contributor Shutterstock | Pengalaman di Shutterstock | Pengalaman Menjadi Kontributor Shutterstock | Pengalaman Jual Foto di Shutterstock | Pengalaman Foto Diterima di Shutterstock | Pengalaman Vektor Diterima di Shutterstock
Judul artikel : Pengalaman Menjadi Kontributor Shutterstock, Foto Ditolak dan Diterima
Sumber http://www.mentaribaliholiday.com/
Buat lebih berguna, kongsi: