Suka bosan kalau berdiam diri, tapi kadang jenuh saat banyak tugas. Itulah aku, seorang pemalas yang suka bersantai sepanjang waktu. Aku tidak suka mengerjakan tugas-tugas berat, aku hanyalah orang yang suka mengerjakan sesuatu yang mudah tanpa perlu repot. Hal yang paling aku suka adalah makan, sedangkan hal lainnya adalah jalan-jalan. Aku sangat suka liburan, apa lagi keliling objek wisata. Itu sudah termasuk hobyku dari kecil, dan aku juga suka menikmati keindahan alam.
Namaku Purnama, aku adalah anak ke dua dari 2 bersodara. Aku bersekolah di SMA tapi aku kuliah jurusan Seni Rupa. Kadang terdengar tidak nyambung, tapi itulah minatku, sesuai kemampuan yang aku miliki. Berawal dari menggambar karakter-karakter komik, aku mulai suka di dunia gambar. Aku tak menyangka, sekarang aku bisa menjadi guru gambar. Entah aku bermimpi apa, mungkin itu sudah jalan hidupku.
Namaku Purnama, aku adalah anak ke dua dari 2 bersodara. Aku bersekolah di SMA tapi aku kuliah jurusan Seni Rupa. Kadang terdengar tidak nyambung, tapi itulah minatku, sesuai kemampuan yang aku miliki. Berawal dari menggambar karakter-karakter komik, aku mulai suka di dunia gambar. Aku tak menyangka, sekarang aku bisa menjadi guru gambar. Entah aku bermimpi apa, mungkin itu sudah jalan hidupku.
Aku sempat berpikir mustahil menjadi seorang guru, karena diriku yang sangat pemalas ini,. Tapi, takdir berkehendak lain, sekarang aku sudah aktif mengajar bahkan dipercaya mengajar les. Yang ingin aku bagi untuk kalian, tentang perjuanganku saat kuliah, aku adalah satu-satunya wanita yang ada di jurusanku. Aku sempat kaget dan tidak percaya, karena saat aku daftar dikatakan ada wanita lain yang mengambil jurusan sama denganku.
Tapi kenyataanya itu bohong, aku merasa dibohongi. Tapi karena aku tidak ingin mengecewakan keluargaku, aku bertekad untuk lulus di jurusan itu. Awalnya sebuah tuntutan yang membuatku kuliah di sana, karena yang ku dengar, tenaga guru sangat diperlukan dan mendapatkan gaji tinggi. Tapi aku lupa dengan diriku yang pemalas ini, apakah aku pantas menjadi guru ? Kadang aku bertanya-tanya pada disiku sendiri.
Tapi kenyataanya itu bohong, aku merasa dibohongi. Tapi karena aku tidak ingin mengecewakan keluargaku, aku bertekad untuk lulus di jurusan itu. Awalnya sebuah tuntutan yang membuatku kuliah di sana, karena yang ku dengar, tenaga guru sangat diperlukan dan mendapatkan gaji tinggi. Tapi aku lupa dengan diriku yang pemalas ini, apakah aku pantas menjadi guru ? Kadang aku bertanya-tanya pada disiku sendiri.
![]() |
Jurusan seni rupa |
Untung saja teman-teman kuliahku baik padaku, walaupun mereka sedikit jail dan suka gombal. Tapi aku tidak menjadikannya masalah. Karena yang ingin aku raih disana adalah ijazah. Yang membuatku kesulitan saat belajar adalah tugas kelompok. Kadang aku sering ke tempat mereka, membuat tugas sambil bermain.
Tapi setiap mengerjakan tugas kelompok bersama selalu bermain dan mengabaikan tugas. Itulah yang sering membuatku kesal. Sedangkan waktuku tidaklah banyak dan tidak munkin aku bisa setiap hari ke tempat mereka. Akhirnya akulah yang kadang sering di andalkan menyelesaikan tugas, itu sangak menjengkelkan tapi aku berusaha bisa terima. Karena mereka juga kadang sering membantuku disaat aku tidak bisa mengerjakan sesuatu sendiri.
Tapi setiap mengerjakan tugas kelompok bersama selalu bermain dan mengabaikan tugas. Itulah yang sering membuatku kesal. Sedangkan waktuku tidaklah banyak dan tidak munkin aku bisa setiap hari ke tempat mereka. Akhirnya akulah yang kadang sering di andalkan menyelesaikan tugas, itu sangak menjengkelkan tapi aku berusaha bisa terima. Karena mereka juga kadang sering membantuku disaat aku tidak bisa mengerjakan sesuatu sendiri.
Pelajaran yang aku dapat saat itu adalah, mempunyai teman pria seperti mereka tidaklah seburuk yang aku bayangkan. Pria itu setia dengan temannya, lebih terbuka dan kompak. Tapi buruknya pemalas dan suka membuang-buang waktu. Jadi menurutku tidak penting masalah teman pria ataupun wanita, yang terpenting kita nyaman dengan mereka.
Kadang juga teman wanita suka bersaing dan menjatuhkan, jadi masih lebih baik teman pria. Kadang juga pria menjadi baik sekali, itu karena ada perasaan yang terpendam. Sama dengan kisahku dulu, yang naksir memang ada, tapi aku sama sekali tidak mau mempunyai pacar satu kelas di jurusanku. Aku berpikir, jika nantinya putus, bagaimana dengan nasib kuliahku. Mungkin saja akau akan dibenci dan akan menjadi malas kuliah.
Kadang juga teman wanita suka bersaing dan menjatuhkan, jadi masih lebih baik teman pria. Kadang juga pria menjadi baik sekali, itu karena ada perasaan yang terpendam. Sama dengan kisahku dulu, yang naksir memang ada, tapi aku sama sekali tidak mau mempunyai pacar satu kelas di jurusanku. Aku berpikir, jika nantinya putus, bagaimana dengan nasib kuliahku. Mungkin saja akau akan dibenci dan akan menjadi malas kuliah.
Untung saja aku tidak sempat mempunyai pacar anak jurusanku, tapi aku sempat mempunyai pacar di jurusan lain. Dia ganteng banget, dan aku dikenalkan oleh teman wanitaku. Awalnya aku ragu karena aku ini termasuk orang jelek dengan jerawat yang banyak. Tapi ternyata, dia menerimaku dan akhirnya kitapun pacaran. Belum genap sebulan aku selesai dengannya, karena dia berselingkuh. Aku jadi sadar, fisik bukanlah ukuran dalam mencari cinta... Setelah itu aku fokus dengan kuliahku sampai akhirnya aku bertemu dengan seorang pria baik di facebook. Singkat cerita aku menerimanya karena aku merasa kasihan. Tapi lma-lama aku menyukainnya juga.
Saat bersama dia aku belajar untuk mencari kerja, dan akhirnya aku mulai bekerja di GO (Game Online) aku menjadi OP warnet, disana aku belajar bermain game online dan menjadi lebih pemalas. Tugas kampus mulai aku telantarkan karena kesibukanku bekerja. Aku sempat bingung tapi aku berusaha untuk bisa mendapatkan semuanya. Aku ingin belajar mencari uang, tapi tidak menelantarkan kuliah. Singkat cerita, 8 bulan aku bekerja keras sambil kuliah. Sampai-samapai aku tidak punya waktu untuk mandi. Kadang juga aku dikatakan bau, karena keringatku yang terlalu banyak saat bekerja.
Tapi perjuanganku tidaklah sia-sia, aku yang sekarang sudah bisa mendapatkan gelar sarjanaku. Aku yang dulu diremehkan, yang dipercaya tidak bisa lulus akhirnya bisa lulus dengan nilai memuaskan dengan waktu 4 tahun. Kalian tau apa tipsnya ? Aku mempunyai keyakinan dan sebuah motivasi untuk bisa menjadi lebih baik. Aku percaya diri, kita harus bisa PD. Aku juga ingin bisa sukses di kemudian hari. Kita tidak perlu terlalu jaga gengsi, berani malu juga bisa dikatakan orang-orang yang bisa meraih sukses.
Sebenarnya ada banyak yang ingin aku ceritakan disini, tapi aku berpikir akan memerlukan banyak waktu. Aku hanya bisa sampaikan sedikit, yang bisa aku harapkan dari kalian, semoga kalian tidak mudah putus asa, walaupun cobaan kalian sulit tetaplah berjuang, jangan dengar kata orang lain. Fokus dengan mimpimu dan coba lakukan hal baru. Selesaikan masalahmu dan cari solusinya. Jangan hanya diam dan menyalahkan.
Yang buruk tidak selalu terlihat dari hal buruk. Bisa saja yang terlihat baik memendam hal buruk. Tetap yakin dan tetaplah fokus untuk meraih apa yang kamu mau. Itulah cerita motivasi pribadiku. Semoga bisa menjadi motivasi buat kalian juga.
Yang buruk tidak selalu terlihat dari hal buruk. Bisa saja yang terlihat baik memendam hal buruk. Tetap yakin dan tetaplah fokus untuk meraih apa yang kamu mau. Itulah cerita motivasi pribadiku. Semoga bisa menjadi motivasi buat kalian juga.
Sumber http://www.mentaribaliholiday.com/
Buat lebih berguna, kongsi: